Minggu, 11 November 2018

Tragedi “Surabaya Membara” Dan Pengakuan Korban Selamat

KLIK_IKUTI] Tragedi di atas viaduk atau jembatan kereta api di atas jalan Pahlawan Jumat (9/11/2018) malam saat menyaksikan acara drama kolosal ‘Surabaya Membara’ yang menewaskan tiga orang penontonnya hanya menyisakan bayangan ngeri bagi para korban yang selamat.


Pihak kepolisian Surabaya mengungkap kronologis dan penyebab korban yang tewas saat kereta api membelah kerumunan penonton yang berada di jembatan rel kereta api. Pengakuan dari beberapa penonton yang selamat setidaknya memberikan gambaran saat detik-detik insiden itu terjadi.


Menurut penuturan korban selamat bernam A Nur Aziz (19) yang malam naas itu ia sengaja ikut naik ke jembatan dan berbaur dengan penonton-penonton lainnya karena ingin mengabadikan acara drama kolosal peringatan Hari Pahlawan tersebut.

Aziz mengatakan, banyak sekali warga yang antusias menyaksikan drama kolosal ‘Surabaya Membara’ dari atas jembatan kereta api. Selang beberapa saat ketika semua mata sedang asyik tertuju pada panggung utama, tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang laki-laki,

"Woy sepur woy..!" Aziz menirukannya saat menceritakannya didepan awak media di halaman depan RS Dr. Soetomo pukul 23.00 WIB jumat (9/11/2018) seperti dilansir dari Suryamalang.com.


Kereta api datang dengan kecepatan lambat itu membuat semua orang yang berkerumun diatas jembatan rel Viaduk langsung berhamburan menyelamatkan diri mencari posisinya masing-masing di sela-sela antara rel dan tembok jembatan.

"Semua orang tadinya udah aman semua, bisa ngatur diri ketika kreta lewat pelan," kata Aziz.

Tetapi tak diduga tiba-tiba datang seorang ibu (tak diketahui identitasnya) bersama anaknya disaat kepala lokomotif sudah mulai memasuki jembatan. "Lah tiba-tiba datang, dan intinya ada seorang ibu-ibu ndusel," katanya.


Posisi yang berhimpitan dan sudah sangat rapat itu semula aman-aman saja. Namun seketika buyar saat ibu dan anaknya ikut bergabung yang membuat belasan orang terdorong kembali ke rel kereta. Sehingga tertabrak body kereta api, bahkan sebagian besar terseret beberapa meter sampai ada yang terlindas pula.

"Ada orang yang jatuh ke bawah jalan. Ada yg nyantol (nyangkut) dan ada yang keplindes (terlindas)" pungkasnya.

Diketahui akibat kejadian naas itu tiga orang meninggal dunia. Dan salah satu korban yang terlindas itu masih berstatus pelajar SMP. Korban meninggal lainnya diduga akibat terjatuh dari atas jembatan kereta.*

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog