Selasa, 13 November 2018

, Semua Orang Menangis Ketika Tahu Alasannya ,Ibu Ini Peluk Tersangka Pembunuh Anaknya

Sahabat Ucers, maut adalah sebuah ketetapannya, dan kita tidak bisa menghindarinya. Jika waktu kita sudah tiba kita akan langsung pulang disisi Allah pada saat itu juga.


Seperti halnya kisah berikut ini. Seorang ibu yang harus kehilangan anaknya karena korban pembuhan. Lantas ibu itu tidak marah ataupun benci, tapi ia malah memeluk pelakunya. Berikut kisahnya.

Diceritakan. Rini (nama samaran) ketika dalam perjalanan pulang habis makan malam bersama suaminya, ia dirampok oleh tiga kawanan pencuri. Dalam kejadian itu suami Rini harus kehilangan nyawanya karena tertembak ketika mencoba melawan.

Karena terdengar suara tembakan, tidak lama kemudian polisi setempat pada berdatangan dan akhirnya ke tiga perampok itu dapat diamankan. Dari ketiga perampok itu ternyata salah satunya bocah berumur 14 tahun.


Ketika dilakukan introgasi dan beberapa bukti mulai dari kamera CCTV dan saksi mata dikumpulkan. Ternyata menunjukan bahwa bocah itu hanya mengambil dompet milik korban dan kemudian disusul dengan tembakan yang dilakukan salah satu rekannya.

Setelah menunggu beberapa hari penyelidikan, akhirnya hakim menunjukan bahwa bocah itu divonis hukuman penjara sesuai UUD yang berlaku.

Tiba-tiba ada seorang ibu yang meminta ijin pada hakim untuk mendekati bocah itu. Kemudian hal mengejutkan terjadi, ibu itu memeluk dan mencium bocah itu, sambil ia berkata.

Aku tidaklah membencimu nak, tidak sedikitpun. Ibu ikhlas menerima kepergian putra ibu, karena kematian adalah takdir tuhan. Kamu tidak bersalah dimata ibu, tapi kelakuanmu lah yang salah dan harus dibenarkan".

Tidak kuat menahan rasa haru, bocah itu memeluk ibu itu sambil menangis. Sontak kejadian di dalam ruang persidangan menjadi jerit tangis ketika para orang-orang yang hadir disitu juga ikut menangis karena tak kuat menahan rasa haru.

Sahabat Ucers, bukan sesuatu yang mudah bagi seorang ibu mengetahui putranya terbunuh. Tapi ibu itu yakin pada satu hal dimana ia dapat dipertemukan dengan putranya suatu hari disuatu tempat yang abadi dan akhirnya mereka dapat bersama-sama kembali.

Dengan keteguhan hati dan keimanannya, ibu itu mau memafkan kesalahan tersangka dan ia mendoakan supaya kedepannya bocah itu menjadi pribadi yang baik setelah keluar dari penjara.

Sahabat Ucers, semoga postingan ini dapat bermanfaat dan dapat mengajari kita tentang arti, kesabaran, keikhlasan dan kebaikan pada orang lain.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog